02.48
0
Mojokerto-(satujurnal.com)
Hari raya Trisuci Waisak yang jatuh hari ini dimanfaatkan umat Budha maupun umat beragama lain untuk mengunjungi Patung Budha Tidur di Maha Vihara Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto.  

Bagi masyarakat Kota Mojokerto maupun luar kota, Patung Budha Tidur yang akrab disebut The Sleeping Buddha di bumi Mojopahit yang merupakan patung Budha Tidur terbesar ketiga di dunia setelah Thailand dan Nepal tersebut dijadikan tempat wisata alternatif. 

Patung Budha Tidur yang terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini awalnya disediakan bagi komunitas agama Budha saja. Tapi dalam perkembangannya, Maha Vihara Majapahit membuka akses bebas bagi masyarakat untuk mengunjungi patung berbahan beton berwarna kuning keemasan dengan panjang 22 meter dan lebar 6 meter serta tinggi 4,5 meter tersebut. 

Pengurus Maha Vihara Majapahit beralasan, dibukanya akses untuk masyarakat untuk mengunjungi Patung Budha Tidur sebagai wisata alternatif, karena umat Budha di vihara ini ingin lebih dekat dengan masyarakat.  Warga pun menyambut baik langkah ini. Hampir setiap hari libur nasional maupun libur sekolah, Patung Budha Tidur ini tak pernah sepi dari pengunjung.

Sementara itu, Bante Viryanadi mengatakan, di hari Waisak ke 2558  tahun ini ummat Budha di Maha Vihara Majapahit juga menggelar open house,  seperti konsultasi kesehatan dan donor darah massal untuk seluruh pengunjung. �Di hari waisak ini ummat Budha mengambil tema �persatuan tanpa pertumpahdarahan�. Karena umat Budha melakukan penyebaran agama budha tanpa mengorbankan siapapun,� katanya. 

Menurut Bante Viryanadi, hari Waisak merupakan peringatan atas tiga peristiwa penting bagi ummat Budha, yakni kelahiran Pangeran Sidarta Gautama, tercapainya kesempurnaan sebagai Budha oleh Sidarta Gautama dan juga wafatnya Sidarta Gautama. (rg)