08.11
0
Pasien RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo 
Mojokerto-(satujurnal.com)
RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto mulai menerapkan sistem absensi sidik jari atau finger print. Penerapan absensi sidik jari yang berlaku untuk seluruh awak rumah sakit ini sebagai langkah awal untuk pengawasan kedisplinan, utamanya dokter spesialis yang selama ini disebut-sebut paling rajin molor kerja hingga merugikan pasien poli yang mereka tangani. 

�Penerapan absensi dengan sistem finger print sudah kami konsultasikan dengan BKD.  Ini merupakan langkah awal untuk mengawasi tingkat kedisiplinan seluruh jajaran RSU, tidak terkecuali dokter spesialis,� ujar Kabag Umum RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Supriyono, Selasa (21/05/2014). 

Upaya mendongkrak disiplin para dokter di rumah sakit kelas B yang digawangi 20 dokter spesialis, 2 dokter gigi dan 13 dokter umum dengan 17 poli itu dilakukan manajemen rumah sakit pasca teguran Wakil Walikota Suyitno saat sidak awal tahun ini. 

Namun sejauh ini para dokter spesialis di rumah sakit plat merah ini bergeming. Mereka tetap terkesan malas kerja tepat waktu. Sementara komplain masyarakat pengguna layanan rumah sakit plat merah ini terus mengalir. Utamanya soal layanan lemot dokter spesialis yang acap menyulut kegerahan pasien. 

Namun, dengan sistem absensi sidik jari, akan terdeteksi kehadiran mereka mulai jam masuk hingga pulang kerja. ��Kita akan menempatkan tiga finger print di tiga titik. Salah satunya di ruang dokter. Ini agar memudahkan para dokter yang akan absensi,� imbuh Supriyono. (one)