23.48
0
Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 18 ribu personil TNI AD dibawah Makodam V Brawijaya diterjunkan untuk pengamanan Pemilihan Presiden, Juli mendatang.

Ribuan tentara itu terbagi dua poros yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R. Ediwan Prabowo mengutarakan hal itu terkait dukungan TNI di ajang pesta demokrasi Pilpres 2014 usai acara pisah kenal Danrem 082/CPYJ di Makorem Mojokerto, Selasa (15/04/2014).

"Jajaran Kodam V Brawijaya membagi dua poros pengawalan Pilpres. Poros satu kita kerahkan 14 ribu personil dari jajaran kewilayahan dan intelejen yang akan melakukan pemantauan wilayah," kata Ediwan.

Sedang untuk poros dua, ujar Pangdam, sebanyak 4 ribu pasukan siaga diturunkan untuk membantu polisi, tugas-tugas perbantuan dan polisioner.

Meski menurunkan Ribuan personil TNI AD, namun Ediwan menyatakan secara umum tidak ada titik wilayah tertentu yang perlu diatensi khusus. "Dari evaluasi Pileg 2014, tidak ada wilayah khusus yang perlu dikhawatirkan. Justru masyarakat yang proaktif mengawal pesta demokrasi dengan menyampaikan laporan kecurangan, serangan fajar dan sebagainya," tukas Pangdam.

Yang pasti, imbuh Ediwan, TNI bersikap netral di ajang Pilpres, kendatipun dimungkinkan diantara capres - cawapres berlatarbelakang TNI. "TNI netral. Dan TNI mendukung semua capres yang berkompetisi dengan mengawal bersama masyarakat agar Pilpres berlangsung jujur, adil dan demokratis," tandasnya. (one)