02.35
0
Mojokerto-(satujurnal.com)
Penertiban PKL di jalan Residen Pamuji, Kota Mojokerto diwarnai kericuhan, Jum'at (25/04/2014). Sejumlah pedagang nyaris terlibat baku hantam dengan petugas Satpol PP setempat.

Petugas Satpol PP yang merobohkan tenda dan lapak di atas trotoar mendapat tentangan keras PKL. Para pedagang sektor informal itu bersikukuh membereskan lapak dagangan mereka sendiri.

Namun, meski akhirnya petugas membolehkan PKL membongkar sendiri lapak mereka, tudingan tebang pilih dilontarkan.

"Jangan hanya menertibkan sebagian saja. Semua lapak di sepanjang jalan ini pun harus dibersihkan," protes salah satu PKL.

Dituding tebang pilih, beberapa anggota korp berseragam coklar mudah itu pun gerah. Adu mulut
pun mulai mengarah ke gesekan fisik. Tidak kurang dari sepuluh orang PKL merangsek ke sejumlah petugas.
Sejumlah polisi dan anggota TNI yang membantu penertiban PKL di lokasi yang berdekatan dengan Pasar Tanjung Anyar akhirnya turun merelai.

Betrok baru redah setelah petugas Satpol PP memastikan bakal menertibkan seluruh PKL tanpa pandang bulu.

Kasatpol PP Kota Mojokerto Agus Supriyanto mengatakan, sebelum melakukan penertiban, pihaknya sudah berupaya mengimbau para pedagang dengan cara persuasif.
Sementara bentrokan bisa terjadi lantaran sejumlah PKL yang merasa tidak puas lapak dagangannya ditertibkan. Meski begitu, tak sedikit juga dari mereka bersedia ditertibkan tanpa melakukan perlawanan. "Pemicunya biasa, karena beberapa dari PKL ada yang kurang merasa nyaman," terangnya.(one)