02.13
0
Jombang-(satujurnal.com)
Kendati buku elektronik (e-book)mulai merambah dunia buku, namun buku cetak tak surut pamor. Dari buku ilmu pengetahuan, bahasa, sejarah dan lain-lain ternyata tetap diminati masyarakat.

Minat baca buku cetak, setidaknya tercermin dalam jumlah pengunjung Perpustakaan Mastrip, Jombang. Dalam sehari, jumlah pengunjung sekitar 200 orang orang.

Bahkan di moment Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia yang jatuh hari ini, jumlah pengunjung perpustakaan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang bertambah. Pengunjung kebanyakan dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Umar, warga Jombang bertutur, setidaknya seminggu sekali pasti mengunjungi perpustakaan Mastrip. Peminat buku komputer ini menyebut, buku cetak lebih beragam. "Isi dan muatan buku cetak lebih lengkap daripada e-book. Dan lagi pinjam buku perpustakaan tak dipungut biaya apa pun," akunya.

Kepala Seksi Perpustakaan Mastrip Jombang, Suwito mengatakan, alasan pengunjung ke perpustakaan karena ketersediaan ragam judul buku cetak. Meski e-book mudah didapat di komputer tablet maupun home PC, tapi menurut mereka buka cetak tetap lebih menarik.

"Selain karena referensi di perpustakaan lebih lengkap dari pada e-book," terangnya.

Faktor biaya, lanjutnya, juga menjadi pertimbangan tersendiri hingga jumlah pengujung perpustakaan tetap tinggi. "Kalau browsing buku di internet masih butuh biaya. Sedang untuk membaca buku cetak di internet, gratis," ujarnya.

Menurut Suwito, setiap hari perpustakaan Mastrip dikunjungi lebih dari 200 orang. "Di Hari Buku, jumlah pengunjung lebih banyak lagi. Ini tidak lepas kian tingginya minat baca masyarakat. Buku bukan hanya jadi bahan bacaan di waktu senggang, tapi sudah menjadi tali pengikat manusia dengan kebudayaan," tukasnya.

Pihaknya pun menyatakan akan menyediakan akses lebih luas pada semua pihak ke potensi yang dimiliki oleh buku dengan terus menambah koleksi perpustakaan. "Apa pun bentuknya, buku cetak atau pun elektronik, buku tetap jadi jendela dunian" ucap Suwito. (rg)