04.58
0


Mojokerto-(satujurnal.com)
Sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Sooko , Kabupaten Mojokerto berusia relatif tua. Bahkan, sebagian bangunan yang menjadi pendukung proses belajar mengajar di sekolah berbasis agama Islam ini mulai lapuk termakan usia, diantaranya bangunan untuk asrama putri, perpustakaan dan lapangan olah raga. Sayangnya, sejauh ini sentuhan yang dilakukan komite sekolah masih jauh maksimal. Pendanaan menjadi kendala utama bagi sekolah yang belum lama melakukan eksebisi pendidikan ke negeri jiran, Malaysia ini.

"Upaya peningkatan pelayanan  pendidikan bagi peserta didik terus kita lakukan seoptimal mungkin. Meski ada sarpras yang kurang layak," ujar Bagus Setiadji, Kepala MAN Sooko, Selasa (29/04/2014).

Fasilitas yang dimiliki sekolah yang berdiri tahun 1970 ini, diantaranya gedung pusat sumber belajar, kelas unggulan, laboratorium-laboratorium, lapangan olah raga, perpustakaan , serta  asrama putri.

"Namun sebagian bangunan gedung kondisinya kurang layak. Beberapa  bangunan  yang perlu dipertimbangakan kelayakannya  yakni  asrama putri, perpustakaan, dan lapangan olah raga. Setiap kali turun hujan, bangunan-bangunan itu tergenang air," terang Bagus.

Selain becek, dinding yang lembab serta ventilasi udara yang kurang cukup serta kayu kusen lapuk, atap bocor akhirnya menjadi masalah klasik yang dihadapan sekolah di jalan RA Basuni, Sooko, Kabupaten Mojokerto ini selama bertahun-tahun.

Melihat kondisi tersebut,  pihak Komite MAN Sooko Mojokerto memberikan perhatian dengan memberikan dana bantuan . Namun, mengingat banyaknya hal yang perlu diperbaiki, campur tangan dari komite saja sangat kurang.

"Kalau kondisi ini terus diabaikan, dikhawatirkan mengurangi pelayanan  pendidikan untuk siswa. Padahal, dari segi mutu pendidikan, madrasah ini sudah mengantongi  banyak prestasi di berbagai kejuaraan," imbuh Bagus lagi.

Bahkan untuk meningkatkan sains dan teknologi, MAN Sooko  sudah menggandeng Sains School Batu Pahat Malaysia, Sekolah Menengah Paris Petra Malaysia  juga Islamic Collage of Thailand ( ICT).

Pengelola asrama putri MAN Sooko, Misbach mengatakan, kondisi gedung asrama yang sudah ada seiring berdirinya madrasah ini, sekitar tahun 1970 itu sangat memprihatinkan. �Sejak mulai berdiri tahun 70-an, belum pernah ada bantuan dari pemerintah untuk asrama putri. Dan itu terbukti dari awal hingga saat ini, bangunannya sama. Malah banyak yang telah rusak ,� terangnya. (one)