08.14
0
Jombang-(satujurnal.com)
Hutan lindung Wonosalam di wilayah Kabupaten Jombang dijadikan laboratorium hidup siswa Madrasah Aliyah Faser, Desa Pangklungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Setiap dua minggu sekali siswa sekolah berbasis agama Islam ini melakukan iventarisasi terhadap sejumlah tanaman dan hewan yang ada di hutan ini.

Kegiatan ekstrakulikuler di hutan yang berdekatan dengan tempat mereka belajar itu dilakukan sebagai upaya penyelamatan ekosistem dan melindungi hutan dari kerusakan alam.

Mereka memungut beberapa dedaunan yang rontok untuk kemudian dilakukan identifikasi jenis tanaman. Jika dua pekan berikutnya mereka ke laboratorium alam itu tidak lagi menemukan dedaunan yang sudah diiventarisir, dimungkinkan ada salah satu jenis tanaman yang hilang.

Pun hewan-hewan yang berhabitat di hutan lindung ini tak lepas dari amatan mereka.

�Kegiatan ekskul (ekstrakulikuler) ini sebagai wujud kepedulian siswa terhadap kelestarian alam, sekaligus upaya untuk menyelamatkan bumi agar tidak rusak,� kata Mukhlas Basa, guru pembimbing ekskul tersebut, Kamis (17/04/2014).

Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler ini, sengaja dilakukan para siswa untuk melindungi hutan dan sumber mata air di dalam hutan yang tentu keberadaannya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Selain melakukan inventarisir para siswa biasanya juga melakukan penanaman pohon di wilayah hutan ini. hal tersebut untuk memperbanyak jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melindungi sumber mata air.

�Di hutan lindung yang dijadikan sebagai laboratorium oleh para siswa ini memiliki luas 8,5 hektar. Hutan di sekitar ini sempat mengalami kerusakan sejak adanya penjarahan pada tahun 2.000 lalu dan sempat menghilangkan beberapa mata air,� ungkapnya.

Kondisi itu, ujar Mukhlas diperparah oleh ketidak pedulian masyarakat terhadap hutan sehingga sejumlah jenis tanaman banyak yang hilang dari hutan ini. (rg)