21.23
0
Jombang-(satujurnal.com)Berburu telur Paskah di setiap perayaan hari raya Paskah menjadi tradisi jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang. Anak-anak dan balita berburu telur Paskah di halaman gereja, Minggu (20/04/2014). Tradisi berburu telur untuk memperingati Kebangkitan Yesus Kristus ini berlangsung turun temurun.Puluhan anak-anak dan balita berburu telur di sudut gereja, tempat parkir serta di taman bunga. 

Tradisi peninggalan nenek moyang ini sulit dihapuskan karena hari paskah selalu dimeriahkan dengan kegembiraan terutama pada anak anak usia balita hingga usia 10 tahun.

�Tradisi berburu telur Paskah di GKJW Jombang untuk memeriahkan Kebangkitan Yesus Kristus sudah berlangsung sejak nenek moyang kita,� kata Widodo Ketua Panitia Peringatan Paskah GKJW Jombang.

Tradisi berburu telur Paskah itu, menurut Widodo, berasal dari Indo Eropa. Umat Kristiani biasa saling menghadiahkan telur di hari Paskah.

Dalam ajaran Kristen, telur mendapatkan makna religius, yaitu sebagai simbol makam batu dimana Yesus keluar menyongsong hidup baru melalui kebangkitan-Nya.

Selain itu ada alasan yang sangat praktis menjadikan telur sebagai tanda istimewa. Umat Kristen sejak awal telah mewarnai telur-telur Paskah dengan warna-warna cerah untuk diberikan sebagai hadiah Paskah.

�Suasana keceriaan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk membagi-bagikan hadiah. Telur memberikan gambaran akan adanya kehidupan,� ujar Widodo.

Selain berburu telur pihak panitia juga memberi hadiah kepada anak yang berprestasi. (rg)