05.46
0

Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto Mas�ud Yunus Kota Mojokerto menyebut Kota Mojokerto sebagai miniatur Indonesia untuk melihat kerukunan antar umat beragama. Karena, meski beradius sangat sempit, 16 kilometer persegi, namun kota mungil ini relatif aman dan damai. Pemerintah kebebasan bagi seluruh umat beragama untuk beribadah dan merayakan sesuai keyakinan masing-masing.

�Mojokerto merupakan miniatur Indonesia, karena memiliki beragam agama. Boleh berbeda keyakinan tapi harus menjaga kebersamaan, sehingga suasana kota Mojokerto aman dan damai,� katanya saat memberi sambutan dalam peringatan ulang tahun Makco Tian Shang Sheng Mu di Tempat Ibadah Tri Dharma, Klenteng Hok Siang Kiong, Mojokerto, Selasa (22/04/2014) malam. 

Kebersamaan, seperti halnya dalam kegiatan keagamaan Klenteng Hok Siang Kiong, ujar Mas�ud Yunus terus terjaga, agar masyarakat lebih rukun  dan pembangunan bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan. 

�Lima tahun kedepan sebagai pimpinan daerah bersama Wawali Pak Suyitno, kita punya visi untuk mewujudkan kota Mojokerto sebagai service city. Artinya bagaimana orang mencari produk, jasa, layanan di kota Mojokerto, sehingga kota Mojokerto semakin ramai. Bila semakin ramai maka dapat meningkatkan peredaran uang, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tersedia lapangan kerja, sehingga menurunkan angka kemiskinan dan penggangguran, dan akhirnya terwujud kesejahteraan. Hal ini bisa terwujud dengan adanya persatuan dan kesatuan dari semua pihak,� paparnya.

Hengky, pengutus TITD Hok Siang Kiong menyatakan, pihaknya mengapresiasi kedatangan Walikota, Wawalikota dan Kapolres Mojokerto Kota dalam helatan pihaknya. �Walikota memberi contoh langsung, bagaimana kerukunan antar umat beragama itu harus dibangun,� katanya. 

Terkait fokus peringatan itu sendiri, Hengky mengatakan, Makco Tian Shang Sheng Mu yang memiliki arti Bunda Suci dari Langit selalu diperingati setiap tahun. Dewi laut ini laut sangat dihormati warga keturunan Tionghoa, khususnya di Asia Tengara. �Banyak klenteng di pulau Jawa yang dibangun untuk menghormati Makco, seperti halnya Klenteng Hok Siang Kiong,� terangnya. (one)