05.58
0
foto ilustrasi (doc.istimewa)
Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 70 orang tenaga alih daya (outsorcing) di bagian satpam dan bagian kebersihan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto resah. Pasalnya, gaji selama dua bulan belum mereka terima. Sementara manajemen menambah  gaji sebesar Rp 400,000 yang harusnya efektif berlaku tahun ini kian tak ada kejelasan. Namun pihak RS menanggapi dingin soal molornya gaji ersebut.

"Benar gajinya belum turun. Dan itu lumrah terjadi dimanapun," kata Kabag Umum RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Supriyanto, Rabu (19/02/2014).

Supriyanto mengatakan, molornya penerimaan gaji akibat tidak adanya staf yang mau ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sementara pengadaan tenaga outsorching di rumah sakit plat merah tersebut harus digelar melalui lelang terbuka. 

"Masalahnya tidak ada staf yang mau ditunjuk sebagai PPK. La mau bagaimana lagi? Kalau saya boleh rangkap jabatan jadi PPK meski sudah PPTK saya atasi. Masalahnya tidak ada yang mau, gimana lagi," tambahnya.

Meski demikian, Supriyanto yakin gaji karyawan lepas itu cair. �Kalau proses lelang sudah selesai, gaji mereka pasti cair. Nanti dirapel kalau cair," kilahnya. 

Tertundanya gaji 40 tenaga kebersihan dan 30 tenaga satpam ini tak ayal membuat karyawan kontrak itu menjerit. Sementara mereka harus bekerja seperti biasa, gaji Rp 1,300,000 dari sebelumnya Rp 900,000 perbulan yang dijanjikan manajemen tak kunjung cair.

Untuk menutup kebutuhan hariannya, sejumlah karyawan lepas itu pun harus cari pinjaman. 

"Ya bagaimana lagi. Tak dapat gaji kalau nggak utang. Mana semua kebutuhan sekarang mahal," keluh seorang karyawan yang minta namanya tak dimediakan. 

Dirinya mengaku sudah mempertanyakan perihal penundaan gaji ini ke pihak RS. Tapi sekali lagi, jawabannya disuruh sabar. "Sabar, sabar. Jawaban itu yang selalu kita dengar," katanya.

Menurut ia, penundaan gaji ini baru kali ini terjadi. Tahun-tahun sebelumnya, dirinya bersama rekan-rekannya selalu menerima gaji tepat waktu.

"Nggak tahu kenapa ini kok nggandol. Katanya sih biasa awal tahun. Mudah-mudahan cepat cair. Apalagi katanya gaji dinaikan setara UMK, ," sergahnya.

Sementara itu, jika tak segera diberikan sejumlah pegawai mengancam mengadukan permasalahan ini ke Walikota. Dengan mengadu ke kepala daerah ia yakin kasus ini akan menjadi atensi.

"Ya kalau terlalu lama tak laporkan Walikota. Biar Walikota menyelesaikannya.," tandas karyawan yang lain. (one)