22.36
0
Jombang-(satujurnal.com)
Pasca erupsi gunung Kelud,sejak 4 hari lalu perajin genteng di Jombang kebanjiran pesanan dari Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang. Setiap hari permintaannya lebih dari 200 ribu genteng. Perajin kewalahan karena masih musim hujan,pengeringan membutuhkan waktu hingga seminggu.

Pasca erupsi gunung Kelud yang memporak porandakan ratusan rumah di Kabupaten kediri dan Kabupaten malang, perajin geteng di Desa Gedangan, Kecamatan Jogoroto, Jombang kebanjiran pesanan.

Sejak 4 hari ini perajin hingga melemburkan karyawannya. Pasalnya, pesanan genteng terus bertambah. Yang semula mengirim 60 ribu genteng, sekarang pesanan mencapai 200 ribu geteng untuk dikirim ke daerah bencana gunung Kelud.

Permintaan genteng dari berbagai macam ukuran dari ukuran 20 centimeter hingga 30 centimeter. Ini lantaran sebagian besar rumah di lereng gunung Kelud banyak yang memakai genteng pres yang kecil.

"Sejak empat hari lalu saya banyak menerima pesanan genteng untuk dikirim di daerah bencana Kelud di kawasan Kediri dan Malang. Omzet meningkat ratusan ribu biji," kata Abdul Azis, salah satu perajin genteng di sentra perajin desa Gedangan, Minggu (23/02/2014).

Kualitas genteng yang dipesan, ujar azis, semuanya kwalitas nomer satu.

Jika diakumulasi, sirkulasi penjualan di sentra industri genteng pasca meletusnya gunung Kelud tembus angka ratusan juta rupiah.

Namun para perajin mengaku kualahan merampungkan pesanan tepat waktu. "Kalau musim hujan begini, butuh waktu lama untuk proses pengeringan. Kira-kira butuh waktu seminggu," terang Azis.(rg)